Zulham Damanik (ZD) Seniman Lukis Indonesia

Zulham Damanik, yang lebih dikenal dengan ZD, lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada tanggal 5 Juli 1977. Ia telah menunjukkan cintanya pada seni sejak usia dini dan melukiskan kecintaanya akan seni disertai dengan tekad dan keinginan yang keras untuk mencurahkan imajinasinya melalui ulasan  kuas cat di atas kanvas.

Dengan ambisinya yang membara dan kecintaannya akan seni ia meninggalkan kampung halamannya, Medan, dan bertolak ke Jakarta untuk mengejar pendidikan dan cita-citanya menjadi seniman. Setelah bergulat dengan berbagai warna kehidupan melalui lukisan-lukisan realismenya di Jakarta, pada 2004 ia pindah ke Bali untuk mencari inspirasi baru bagi karya seninya. Akhirnya, di Bali-lah ZD dapat mengekspresikan jiwanya melalui imaji-imaji abstrak yang kini ia ciptakan. 

Kebanyakan lukisan dan ide ZD terinspirasi dari alam di sekitarnya, emosi manusia, kemampuan untuk merasa, dan energi kehidupan. Inspirasi ini ditegaskan oleh judul lukisan-lukisannya. Melukis merupakan bagian yang besar dalam kesehariannya. Ia senang melukis terutama menggunakan cat akrilik dan terkadang cat minyak. Lukisan-lukisan ZD menghantarkan kehidupan, perasaan literal ke ruang-ruang kosong, dan setiap lukisan memiliki judul yang sejajar dengan suasana hati di belakang setiap rancangannya.  

Sebagai seorang seniman ZD berjuang untuk mencapai mutu yang terbaik, baik bahan maupun hasil akhirnya. Semua karyanya dikerjakan dengan tangan dengan amat hati-hati dan dilapisi dengan polesan khusus, agar lukisan-lukisannya terjamin awet dan tidak berubah dalam suhu ruangan. Lukisan-lukisannya memiliki sertifikat sehingga tidak ada keragu-raguan akan keotentikan dan keunikannya.


Beberapa lukisannya telah menjadi koleksi pecinta seni dalam negeri maupun mancanegara. Ia juga telah mengadakan pameran tunggal dan pameran bersama di Indonesia dan luar negeri.

“Setiap kali aku berjalan melewati kanvas yang kosong aku merasa ada yang meledak dalam jiwaku. Perasaan itu tak dapat kujelaskan atau sampaikan kepada orang lain...namun perasaan itu selalu merupakan awal dari karya yang baru; dan ketika aku mengekspresikan imajinasiku ke atas kanvas, aku benar-benar merasa bahwa aku tidak berada di dunia ini, dimana aku merasakan kebebasan imajinasi dan ekspresi yang entah bagaimana membawa jiwaku ke dimensi kehidupan yang lain, dimana seluruh arti kehidupan terletak di setiap sudut kanvas...ZD”

 

   
powered by baliclick